Tampilkan postingan dengan label Online Trading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Online Trading. Tampilkan semua postingan

11 Jan 2012

4 Hal Penting Dalam Investasi



Ask Misstrader News - Sering kali dalam terjun di dunia bisnis khususnya investasi, kita hanya asal terjun atau hanya sekedar ingin coba-coba hanya karena tergiur oleh profit yang akan didapatkan. Namun sebenarnya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika kita terjun di dunia investasi, berikut kami uraikan 4 hal penting dalam dunia investasi :

1. Berita Fundamental
Yang dimaksud berita fundamental disini adalah berita hangat yang sedang terjadi baik ekonomi maupun politik, yang diperkirakan akan berdampak pada pergerakan mata uang negara terkait. Dimana biasanya berita tersebut berasal dari situs resmi pemerintahan, media cetak, media elektronik hingga radio. Akan ada banyak berita fundamental yang muncul tiap harinya, namun tidak semua berita fundametal itu penting, jadi investor harus pintar-pintar dalam memilih berita fundamental.


2. Perkiraan Teknikal
Merupakan suatu teknik analisa yang dikenal dalam dunia keuangan yang dimana digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga dan volume. Pada awalnya analisa teknikal hanya memperhitungkan pergerakan harga pasar atau instrumen yang bersangkutan, dengan asumsi bahwa harga mencerminkan seluruh faktor yang relevan sebelum seorang investor menyadarinya melalui berbagai cara lain.

3. Manajemen Modal
Manajemen modal disini artinya bagaimana cara seorang investor untuk pintar-pintar mengatur modal yang akan digunakan, sehingga modal ini benar-benar tepat guna. Jangan sampai modal yang dianggarkan untuk berinvestasi melampaui target sehingga tidak mengganggu anggaran keuangan lainnya.


4. Psikologi Internal & Eksternal
Psikologi seorang investor yg terjun di dunia investasi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal. Faktor internal disini adalah faktor yang muncul dari dalam diri investor itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal disini, adalah yang berasal dari lingkungan sekitar.

Itu tadi beberapa hal penting yang harus diperhatikan seorang investor, semoga artikel ini bermanfaat ya :)









    Review Wall Street (10/01) : Terbaik Sejak Juli 2011


    Ask Misstrader News - Kombinasi antara komentar positif dari Eropa dan start musim earnings yang bagus melambungkan saham Amerika Serikat (AS). Jika tidak ada kabar positif dari benua biru, Wall Street sejatinya tetap solid pekan ini. Dow Jones industrial average (INDU) menguat sampai 70 poin (0.6%). Sementara S&P 500 (SPX) bertambah 11 poin (0.9%) dan The Nasdaq composite (COMP) meraup 26 poin (1%). Saham berbasis perbankan memimpin kenaikan di New York, mulai dari Bank of America (BAC) yang menguat hampir 6%, Morgan Stanley (MS) yang naik 4% dan Goldman Sachs (GS) yang melaba sekitar 4%. Sedangkan Citigroup (C) dan JPMorgan Chase meraih gain antara 2% dan 3%. Dow dan S&P mencetak kinerja terbaik sejak bulan Juli silam. 
    Fitch Rating kali ini mengeluarkan proyeksi positif terkait upaya pemulihan Eropa. "Inti krisis seharusnya bisa terus terpecahkan hingga akhir tahun ini," ujar David Riley, Kepala Fitch, pada presentasinya di London. Lebih lanjut, lembaga pemeringkat ini mengungkapkan tidak ada rencana untuk memangkas rating obligasi AAA Prancis tahun ini. Namun Fitch tidak menutup kemungkinan downgrade negara Italia seraya siap merilis proyeksinya terhadap seluruh negara euro di akhir bulan nanti.
    Setelah Alcoa merilis laporan pendapatannya di awal pekan, Wall Street akan sepi dari data earnings hari ini. Hanya Lennar (LEN) dan JPMorgan Chase (JPM) yang siap melepas laporan keuangan sebelum weekend mendatang.
    Bursa Saham Global
    FTSE 100(UKX) Inggris meraup 1.5%, masih lebih kecil dari rasio kenaikan DAX (DAX) Jerman, yang mencapai 2.4%. Sedangkan CAC 40 (CAC40) Prancis menguat sampai 2.7%. Saham perbankan Eropa yang diperdagangkan di NYSE juga berkinerja solid. Saham Deutsche Bank (DB), UBS (UBS) dan Credit Suisse (CS) semuan menguat. Di Asia, Shanghai Composite (SHCOMP) naik 2.7%, Hang Seng (HSI) Hong Kong bertambah 0.7% dan Nikkei Jepang (N225) tumbuh 0.4%.

    Korporasi
    Saham Tiffany (TIF) anjlok setelah retailer perangkat mewah ini memangkas proyeksi pendapatan untuk 2012. Penjualan saat musim liburan sejauh ini tidak memenuhi harapan. Sementara Lululemon Athletica (LULU) melonjak. Perseroan merilis cetak biru pendapatan kuartal IV yang terbilang positif. Adapun saham Liz Claiborne (LIZ) turun akibat proyeksi 2012 yang tidak optimis serta kabar kepergian sang Chief Financial Officer-nya, Andrew Warren. Ia lengser karena memilih pindah bekerja ke Discovery Communications (DISCA).
    Saham GlaxoSmithKline (GSK) juga kehilangan beberapa dollar akibat kabar yang menyebut perusahaan siap melepas beberapa merek sekunder dalam waktu dekat. Nilai penjualan beberapa produk Glaxo diperkirakan mencapai $660 juta. Namun saham Euronext (NYX) melambung karena Pengawas Persaingan Usaha Uni Eropa berencana menjegal niat merjer dengan Deutsche Bourse. Dengan demikian, wacana pembentukan bursa saham terbesar dunia gagal dan dianggap menguntungkan bagi NYX.
    Data Ekonomi
    Biro Sensus AS melaporkan bahwa wholesale inventories November naik 0,1%. Angka tersebut di bawah ekspektasi analis yang menargetkan inventories bisa menguat sampai 0,6%, sekaligus melanjutkan kenaikan 1,2% di bulan Oktober. 

    Valuta dan Komoditi
    Secara umum, dollar kemarin melemah di hadapan euro, poundsterling maupun yen.
    Minyak pengiriman Februari bertambah 93 sen untuk ditutup pada level $102.24 per barel.
    Futures emas Februari naik $23.40 untuk bertahan di $1,631.50 per ons.

    Obligasi
    Nilai obligasi acuan AS 10-tahun sedikit turun, sehingga imbal hasilnya naik menjadi 1,97% dari 1,96% (Senin).

    Sumber : monexnews.com

    10 Jan 2012

    Indikator Tepat, Profit Berlipat!!!



    Ask Misstrader News - Ketika hendak memproduksi suau sistem trading forex otomatis, Anda perlu memahami indikator mana yang cocok bagi strategi Anda. Pilihan indikator yang tepat sangat berpengaruh terhadap efektivitas trading Anda.
    Banyak sekali varian indikator yang terdapat dalam platform trading. Namum sesungguhnya indikator utama pada metatraderhanya terbagi dalam 5 jenis:



    1. Indikator untuk Penentuan Tren
    Tren market adalah kecenderungan pasar untuk bergerak menuju arah tertentu dari waktu ke waktu. Klasifikasi dari kecenderungan tersebut mengacu pada time frame tertentu, misalnya tren jangka panjang, diambil berdasarkan time frame besar. Adapun tren primer biasanya mengambil time frame medium dan tren sekunder mengambil time frame jangka pendek.
    Indikator yang termasuk dalam kategori ini antara lain: HeikenAshi Multi TF, ADX Divergence, MACD Divergence, CCI Divergence, Volume Divergence. Jika diperhatikan, divergence sering menjadi indikator yang cukup akurat untuk penetuan tren. Apakah yang dimaksud dengan divergence? Divergence merupakan ketidaksepakatan antara indikator dengan harga, biasa dikenal dengan istilah divergence & convergence. Indikator dapat menawarkan nilai prediktif berdasarkan analisis teknikal, karena trader dapat mengenali perubahan price action dengan oscillator.
    Sebagai contoh, bullish forex divergence sering terjadi ketika Oscilator seperti MACD, Stochastic, RSI, Momentum, Bollinger Bands, MRI membentuk new high sementara harga gagal membentuk new low. Prinsipnya cukup simple, “sell” ketika terjadi bearish forex divergence atau “buy” ketika terjadi bullish forex divergence.
     
    2. Indikator untuk Penentuan Momentum
    Dalam dunia keuangan, momentum merupakan tendensi empiris untuk menunjukkan bahwa kenaikan/penurunan harga suatu aset akan terus berlanjut. Di antaranya adalah True Strength Index, Stochastic, RSI, William Percent Range, Momentum Indikator. Indikator momentum merupakan indikator yang lebih modern, menggunakan algortima matematika yang cukup kompleks. Misalnya seperti rentang William Precent Range adalah indikator teknikal dinamis yang dapat menentukan apakah pasar overbought/oversold.  WPR sangat mirip dengan Stochastic Oscilator, satu-satunya perbedaan adalah gerakan naik turun WPR lebih fluktuatif sedangkan skala Stochastic lebih mulus. 

    3.  Indikator untuk Penentuan Volume
    Volume perdagangan adalah istilah di pasar modal yang mengacu pada jumlah saham atau kontrak yang diperdagangkan di bursa selama periode tertentu. Volume tinggi di forex merupakan indikasi peningkatan likuiditas, demikian pula sebaliknya.
    Indikator yang masuk dalam kategori ini adalah: Chaikin Money Flow Divergence, Volume price Trend, Force Index Divergence. Salah satu contohnya indikator Chaikin Money Flow yang dikembangkan oleh Marc Chaikin, berguna untuk mengukur jumlah volume arus uang selama periode tertentu, biasanya digunakan pada periode 20 atau 21 hari.
    Dari hasil kalkulasi matematika, indikator ini akan berfluktuasi di antara line zero untuk mengidentifikasikan perubahan arus uang pada suatu instrument mata uang. Chartist biasanya akan mencari peluang beli jika harga menembus ke atas line zero atau sebaliknya.

    4.  Indikator untuk Penetuan Volatilitas
    Dalam bahasa sehari-hari, volatility sama maknanya dengan “labil”. Namun di dunia keuangan, ini merupakan ukuran besarnya variasi fluktuasi harga selama beberapa periode. Volatilitas biasanya berdasarkan historical atau berasal dari rangkaian pergerakan market beberapa waktu sebelumnya sehingga menghasilakn variasi range market yang tersirat dalam indikator. Indikator yang termasuk dalam kategori ini antara lain: Bollinger Band dan Average True Range (ATR).

    5.  Indikator Pencari Pola & Geometris
    Indikator yang terkahir adalah untuk mencari pola di market, contohnya Andrew Pitchfork, LR Channels, Wolfe Wave, Support Resistance Levels Indikator. Andrew Pitchfork misalnya, indikator ini merupakan channel berdasarkan modeling harga rata-rata selama 2 hari dengan menghubungkan 2 line dari extreme low/high beberapa hari sebelumnya. Sehingga nantinya terbentuk 2 garis parallel.

    Demikian ulasan singkat tentang beberapa indikator utama yang terintegrasi pada MetaTrader. Silahkan pilih indikator yang paling sesuai dengan strategi trading anda. Dan pastinya semoga berhasil :)

    3 Jan 2012

    11 Momen 'Gila' Wall Street di Tahun 2011


    Ask Misstrader News
    - Tahun 2011 memang menjadi salah satu periode perdagangan paling bergejolak dalam sejarah. Pergerakan harga aset saham Wall Street selalu naik turun, digerakkan oleh berbagai sentimen dari penjuru dunia. Terdapat beberapa momen penting yang memicu pergerakan liar di Wall Street dalam 12 bulan ke belakang. Stasiun berita CNN menetapkan 11 momen penting yang membuat indeks saham menggila secara tiba-tiba di tahun 2012. Berikut rangkumannya untuk Anda.


    1. Konflik Politik Libya dan Krisis Perumahan
    22 Februari 2011
    Dow: minus 174 poin (1,4%)
    Eskalasi politik Libya melambungkan harga minyak hingga 6%. Sebagai produsen minyak penting (2% terhadap ekspor dunia), krisis Libya membawa ketakutan tersendiri. Tidak lama kemudian, kecemasan memang terbukti setelah arus perlawanan tirani menyebar ke berbagai penjuru Timur Tengah. Di saat yang sama, data perumahan yang lemah berperan dalam kisruh pasar di medio Februari. Data S&P/Case-Shiller menunjukkan bahwa harga rumah jatuh 4,1% dibanding catatan tahun 2009 lalu. Alhasil, kombinasi antara dua sentimen itu mengikis gain Dow Jones hingga 1,4%.

    2. Bencana Alam dan Kebocoran Nuklir Jepang
    16 Maret 2011
    Dow: minus 242 poin (2%)
    Gempa 9 skala richter mengguncang Jepang. Namun bukan dampak riil yang ditakutkan oleh pelaku pasar, namun lebih kepada radiasi nuklir akibat kebocoran kompleks reaktor Fukushima. Isu nuklir selalu menyangkut masalah kemanusiaan, sehingga investor tidak tampak antusias masuk ke pasar.

    3. Plafon Hutang Amerika Serikat (AS)
    4 Agustus 2011
    Dow: minus 512 poin (4,3%)
    Pada akhirnya isu dalam negeri menjadi kendala utama bagi pasar saham Paman Sam. Kongres menjadi biang kerok kecemasan investor terhadap masa depan komponen hutang negara itu. Legislator gagal mencapai resolusi batas hutang hingga masa tenggat di awal Agustus. Kecemasan ditambah oleh rilis data tenaga kerja yang tidak menggembirakan sekaligus memicu peluang untuk resesi double-dip. Pada hari itu, 4 Agustus ditetapkan sebagai sesi perdagangan terburuk sejak krisis keuangan 2008 silam. Namun, nyatanya kinerja buruk pasar AS tidak hanya sampai di situ, kondisi justru memburuk 4 hari kemudian.

    4. Downgrade S&P terhadap AS
    8 Agustus 2011
    Dow: minus 635 poin (5,6%)
    Dalam empat hari saja, Wall Street jatuh tertimpa tangga. Standard & Poor's memutuskan bahwa AS tidak pantas memegang rating kredit AAA lagi dan hanya layak diberi predikat AA+. Pasar saham dunia anjlok sebelum Wall Street dibuka hari Senin itu dan investor panik. Hari itu ditetapkan sebagai hari perdagangan tersuram sepanjang 2011, S&P anjlok 6,7% dan Nasdaq turun 6,9%.

    5. Suku Bunga Rendah the Fed
    9 Agustus 2011
    Dow: naik 430 poin (4%)
    Bank sentral menjadi penyelamat pasar pasca aksi downgrade S&P. The Fed berkomitmen untuk menahan suku bunga pada level sangat rendah hingga 2013 guna menopang perekonomian. Dow mampu menebus sebagian rasio kerugian yang diderita satu hari sebelumnya.

    6. Krisis Eropa
    10 Agustus 2011
    Dow: minus 520 poin (4,6%)
    Krisis Eropa menjadi fokus perhatian lagi. Konferensi investor yang diselenggarakan oleh Bank of America tidak menghasilkan suatu konklusi memuaskan. CEO Brian Moynihan gagal memupus kecemasan pasar terhadap kesehatan sektor perbankan dan prospek ekonomi di masa depan. Investor skeptis dan apatis. Saham terperosok.

    7. Angka Pengangguran Tembus Titik Terendah 4-bulan
    11 Agustus 2011
    Dow: naik 423 (3,9%)
    400 poin bagi Dow bisa menggambarkan betapa hausnya pasar terhadap sentimen positif. untuk kali pertama dalam 4 bulan, angka pengangguran turun ke bawah 400,000. Raksasa teknologi, Cisco Systems juga membuktikan bahwa pemangkasan biaya yang dilakukan direksi berbuah hasil. Perseroan menampilkan proyeksi positif terhadap pertumbuhan kuartal IV sehingga harga sahamnya langsung naik 16%.

    8. Kinerja Perbankan
    23 Agustus 2011
    Dow: naik 322 poin (3,3%)
    FDIC menyatakan bahwa kesehatan perbankan AS terus membaik di tahun 2011. Untuk kali pertama dalam hampir lima tahun, angka bank Amerika yang bermasalah turun dari 888 menjadi 865. Laporan tersebut memicu optimisme di akhir bulan yang penuh gejolak.

    9. Operation Twist
    22 September 2011
    Dow: minus 391 poin (3,5%)
    Inisiatif the Fed untuk menolong perekonomian gagal memuaskan pasar sehingga harga saham anjlok sampai 3%. Operation Twist adalah program penjualan obligasi negara jangka pendek untuk ditukar dengan obligasi jangka panjang dengan nilai total $400 miliar. Tujuannya adalah untuk menekan suku bunga instrumen jangka panjang sehingga pelaku bisnis dan konsumen berminat untuk meminjam. Operasi yang akan berakhir pada pertengahan 2012 ini terbilang berhasil merendahkan suku bunga, namun belum ada hasil konkrit terhadap perekonomian.

    10. Krisis Eropa Memuncak
    30 September 2011
    Dow: minus 240 poin (2,1%)
    Sepanjang musim gugur dan dingin tahun lalu, krisis Eropa luar biasa membebani kinerja pasar. Indeks saham mengakhiri kuartal III dengan koreksi sekaligus menandai triwulan terburuk bagi S&P dan Nasdaq sejak krisis 2008 silam.

    11. Kecemasan Eropa Memudar
    30 November 2011
    Dow: naik 490 poin (4,2%)
    Investor menyambut baik aksi heroik the Fed dengan 5 bank sentral lain, yang memangkas bunga pinjaman likuiditas berdenominasi dollar di berbagai negara. Koordinasi antar keenam bank cukup baik dan terencana. Mungkin langkah ini adalah satu-satunya sikap konkrit yang diterapkan oleh otoritas kawasan sepanjang tahun lalu. Tujuannya jelas, seluruh pemangku kebijakan moneter tidak ingin kasus kegagalan perbankan perbankan 2008 terulang kembali. Dow menguat sampai hampir 500 poin dan diikuti oleh bursa utama global lainnya.

    30 Des 2011

    Global Economic Calendar

    Ask Misstrader News - Berikut ini Global Economic Calendar

    Market Review 30 Des 2011

    Ask Misstrader News  - Emas Kalah Melawan Krisis Likuiditas
    Emas sentuh level rendah 6 bulan, tertekan oleh penguatan dollar setelah hasil lelang obligasi Italia tegaskan kecemasan penularan krisis utang dan kredit. Italia harus membayar biaya pinjaman hampir 7% ketika menjual obligasi bertenor 10 tahun; ini tentunya cukup mengkhawatirkan bagi Italia yang miliki rasio utang tinggi dan hadapi perlambatan ekonomi. “Hasil lelang surat utang pemerintah Italia mengecewakan,” ujar analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov. “Sentimen masih negatif hingga penutupan tahun.”
    Memburuknya krisis utang zona-euro dan meningkatnya kebutuhan likuiditas dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong institusi keuangan untuk menjual asetnya, termasuk emas yang dianggap sebagai aset safe-haven atas kesengsaraan ekonomi. “Perbankan alami masalah pendanaan dan ini terlihat dari berbagai indikator termasuk swap euro/dollar. Ada kekurangan likuiditas dan jika perbankan membutuhkan pendanaan maka harus menjual asetnya, termasuk emas,” tutur analis Credit Suisse, Tobias Merath. “Emas kalah melawan krisis likuiditas. Tingginya kebutuhan likuiditas membuat perbankan harus menjual aset untuk dapatkan dana tunai dan hindari kebangkrutan.”
    Meski demikian, emas masih berpeluang rebound jika bank sentral kembali suntikan likuiditas atau turunkan suku bunga yang mengurangi keharusan perbankan untuk menjual asetnya.

    Pemulihan Euro Bersifat Sementara
    Euro rebound dari level rendah 15 bulan terhadap dollar AS akibat maraknya aksi short-covering jelang penutupan tahun 2011. Meski demikian, tidak banyak analis yang antisipasi berlanjutnya rally mata uang tunggal Eropa seiring belum adanya solusi untuk atasi krisis utang.”Ada kekhawatiran di kwartal pertama 2012 krisis utang akan memburuk akibat besarnya volume utang yang harus dibayar oleh beberapa pemerintah di zona-euro,” ujar strategis Standard Chartered, David Mann. “Trader akan manfaatkan peluang kenaikan euro untuk kurangi exposure mengantisipasi aksi serupa yang akan terjadi di awal Januari. EUR/USD akan lanjutkan pelemahan dan raih $1.20 pada akhir Maret 2012.”
    Kekhawatiran akan kemampuan pendanaan Italia gerogoti sentimen pasar. Italia harus membayar biaya pinjaman hampir 7% ketika menjual obligasi bertenor 10 tahun. Roma juga hanya berhasil kumpulkan dana sebanyak €7,02 miliar, lebih rendah dari target €8,5 miliar. Ini tentunya bukan kabar gembira mengingat Italia harus terbitkan obligasi senilai €450 miliar pada tahun 2012 di saat perekonomian terbesar ketiga di zona-euro ini alami perlambatan.
    Analis melihat kejatuhan tajam euro di bawah $1.30 akan membuat level psikologis tersebut sebagai resistance kunci. Trader juga antisipasi pelemahan EUR/USD hingga $1.25 untuk beberapa bulan mendatang. Carl Hammer, strategis SEB, prediksi euro akan lanjutkan penurunan hingga raih $1.25 pada bulan Maret akibat merebaknya kecemasan pasar akan besarnya kebutuhan pendanaan Italia di awal tahun depan.

    Pelemahan Pound Masih Akan Berlanjut
    Poundsterling anjlok hingga ke titik terendah 2½-bulan versus Greenback setelah hasil lelang obligasi Italia menghadirkan resiko akan memburuknya krisis utang Eropa di tahun depan. Yield obligasi Italia masih berkutat dekat level krusial 7% dan Roma hanya berhasil kumpulkan dana sebanyak €7,02 miliar, lebih rendah dari target €8,5 miliar.
    Analis berpendapat kemungkinan memburuknya krisis utang Eropa tahun depan berpotensi menghadirkan malapetaka bagi sektor keuangan Inggris, yang akan terus menempatkan pound di bawah tekanan mata uang AS. Sementara spekulasi tentang QE lanjutan dari Bank of England juga masih beresiko melukai sterling di tahun 2012.
    “Banjir permintaan dollar kemungkinan berlanjut hingga awal tahun depan. Dan jika itu benar-benar terjadi, Cable akan terperosok lebih dalam menuju kisaran $1.50,” kata Michael Derks, strategis yang diwawancarai Reuters. Sterling diterpa aksi jual sejak semester dua 2011 seiring para pembuat kebijakan Eropa belum mampu hasilkan solusi komprehensif untuk selesaikan masalah utang.
    Analis juga melihat kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut (Quantitative Easing) oleh Bank of England untuk topang pemulihan ekonomi Inggris sebagai faktor negatif untuk sterling di awal tahun 2012. “Dengan bertambahnya bukti akan rapuhnya pemulihan ekonomi Inggris dan besarnya exposure atas krisis utang Eropa maka BoE akan segera menambah program pembelian asetnya. Ini tentunya akan memperburuk performa sterling,” ungkap Raghav Subbarao, strategis Barclays Capital. Barclays prediksi BoE akan umumkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada pertemuan Februari.

    Asia Gelisah Nantikan Lelang Obligasi Italia
     Kegelisahan para pelaku pasar menanti hasil lelang obligasi Italia tercermin dari pergerakan saham yang cenderung mixed di beberapa bursa utama Asia. Lelang obligasi Italia bertenor 10 tahun menjadi fokus seiring sebagian besar pelaku pasar berharap adanya permintaan yang kuat setelah European Central Bank melancarkan operasi likuiditas.
    Nikkei merosot 0,3%, tertekan oleh kejatuhan saham eskportir setelah yen  raih level terkuat terhadap euro dalam 10 tahun terakhir. Elpida Memory anjlok 10% akibat laporan produsen chip memori ini kemungkinan akan tunda pengembalian dana publik sebanyak ¥30 milyar.
    Kospi tidak banyak berubah; aksi window-dressing berhasil imbangi data ekonomi Korea Selatan yang kurang menggembirakan. Output pabrik Korsel untuk bulan November dirilis lebih lemah dibandingkan ekspektasi; ini soroti kerentanan ekonomi terbesar ke-4 di Asia terhadap berkurangnya permintaan dan ketergantungan ekspor.
    Hang Seng melemah 0,7% seiring merebaknya kecemasan atas situasi di Eropa. Alibaba.com naik 0,5% setelah induk perusahaannya, Alibaba Group China, menyewa Duberstein Group sebagai bagian dari rencana untuk mengakuisisi sebagian aset raksasa internet Yahoo. BYD Company turun 0.6% setelah China Securities Regulatory Commission setujui rencana produsen mobil ini untuk terbitkan obligasi 6 miliar yuan di Cina. China Mengniu Dairy anjlok 7,4% setelah hacker menyerang website perusahaan pasca beredarnya laporan pencemaran bahan berbahaya dalam produk susu formula yang diproduksinya.

    Wall Street Optimis AS Dapat Arungi Krisis Utang Eropa
     Wall Street menguat setelah data perumahan dan manufaktur isyaratkan ekonomi terbesar di dunia ini dapat arungi krisis utang Eropa. Yield obligasi Italia masih berkutat dekat level krusial 7% dan Roma hanya berhasil kumpulkan dana sebanyak €7,02 miliar, lebih rendah dari target €8,5 miliar.
    “Ada optimisme terhadap ekonomi AS,” ujar Richard Sichel, petinggi di Philadelphia Trust. “Membaiknya indikator ekonomi dapat isyaratkan perusahaan AS akan pertahankan pertumbuhan laba yang kuat.” Penjualan rumah AS naik 7,3% di bulan November, lebih baik dari perkiraan. Indeks manufaktur Chicago catatkan ekspansi seiring meningkatnya harga produk dan jumlah karyawan. Walaupun klaim pengangguran bertambah namun analis prediksi sektor tenaga kerja akan alami perbaikan.
    Sementara itu Amazon.com melemah setelah Goldman Sachs katakan pertumbuhan penjualan retailer online ini dapat lebih rendah dari estimasi. Diamond Foods menguat seiring beredarnya isu meningkatnya investasi David Einhorn di perusahaan tersebut. Mosaic tergelincir setelah produsen pupuk ini umumkan pemangkasan produksi fosfat akibat turunnya harga jual. Sears Holdings lanjutkan kejatuhan setelah S&P utarakan kemungkinan pemangkasan kredit akibat tidak akan banyaknya perubahan performa perusahaan pasca penutupan 100 tokonya; Sears telah kehilangan 1/3 nilai sahamnya dalam tiga sesi terakhir

    Resiko Geopolitik Topang Minyak          
     Minyak pulih seiring meningkatnya resiko geopolitik di Timur Tengah yang membuat investor khawatir akan prospek supplai. Teheran telah ancam blokir lalu lintas transportasi di Selat Hormuz -yang sangat krusial bagi produsen minyak Timur Tengah- setelah Uni Eropa dan AS putuskan untuk perketat sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya. AS katakan akan menjaga agar pengiriman minyak dari Timur Tengah tetap berjalan normal.
    Sebuah kapal induk AS terlihat dekat wilayah latihan militer angkatan laut Iran, menurut Wakil Komandan Angkatan Laut Iran Mahmoud Mousavi. Iran langsungkan latihan militer di Selat Hormuz sejak 24 Desember dan dijadwalkan berakhir pada 4 Januari. Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza, telah utarakan akan blokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika negaranya dikenakan larangan ekspor minyak mentah. Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut AS, Rebecca Rebarich, katakan AS tidak akan mentolerir gangguan pelayaran di selat tersebut.
    Meski demikian, harga minyak sempat melemah setelah data tunjukan naiknya persediaan minyak AS seiring berkurangnya permintaan. Departemen Energi utarakan stok bertambah sebanyak 3,9 juta barel menjadi 327,5 milyar untuk minggu yang berakhir pada 23 Desember. Laporan ini senada dengan publikasi American Petroleum Institute yang utarakan kenaikan pasokan minyak sebanyak 9,57 juta barel pekan lalu.

    Disadur dari Edukasi dan Riset PT.MIF


    Belajar Membaca Data Penting



    Ask Misstrader News - Dalam dunia trading tentunya rekan investor dan para trader pasti sering menemukan Global Economic Calendar atau biasa disebut Indikator ekonomi. Anda sebagai trader tentnya juga perlu memahami data-data fundamental guna membantu Anda dalam menganalisa sebelum bertransaksi. Nah, data-data fundamental bisa berbentuk berita artikel atau seperti indeks calendar di bawah ini. Namun pada kenyataannya para trader khususnya newbie belum mengerti bagaimana cara membacanya, nah berikut akan kami jelaskan bagaimana cara membaca data penting.


    1.  Date
    Itu adalah hari dimana berita akan di rilis. Berita yang di rilis dari berbagai negara dengan keterangan simbol sebagai berikut : GB ( Inggris), DE (Denmark), CH (Swiss), HK (hongkong), JP (Jepang), EZ (euro Zone), & US (Amerika Serikat).

    2. WIB
    Nah, ini jadwal data-data penting, pernah dengar broker Anda bilang ” Nanti dulu pak, masih tunggu data penting jam 16.30WIB.” Dari data indeks calendar inilah mereka bisa menegetahui dampak dari kejadian politikk suatu negara untuk perdagangan. Oleh sebab itu, trading pun memiliki waktu-waktu tertentu dimana ketika momennya tepat Anda bisa memaksimalkan keuntungan dalam perdagangan.

    3. LOC
    Adalah lokasi atau negara mana yang Anda pantau misalnya anda bertransaksi EU/USD, anda bisa perhatikan simbol ZE dan US. Setelah itu, yang menjadi tolak ukur arah market akan kemana bisa dilihat di Impact, Actual, Forecast, Val, dan Last.
    4.Period
    Adalah waktu dirilis  bulanan atau weekly (w/e).

    5. Impact
    Adalah dampak apa yang akan terjadi ketika data tersebut di rilis pada jam tertentu.  Hal ini  akan menjadi acuan data penting ini bisa saja  “low” yang berarti dampak kurang begitu besar, “med” berdampak sedang atau “high” berdampak tinggi. Biasanya yang berdampak  “high”  adalah data terpenting.

    6. Forecast
    Adalah perkiraan data yg akan dirilis sebelum data asli keluar (actual). Bisa bagus bisa jelek
    .
    7. Value
    Adalah satuan transaksi, Ind (indeks),  % (persen), Mln (million), Bln (Billion)dan K (kilo)

    Nah itu tadi beberapa cara membaca data penting. Untuk melihat economic calendar atau berita fundamental lainnya, Anda bisa mengakses http://www.forexfactory.com, dailyfx.com atau di http://www.monexnews.com (mudah dimengerti karena menggunakan bahasa Indonesia).


    Date
    WIB
    Loc
    Economic Data
    Period
    Impact
    Actual
    Forecast
    Val
    Last
    Tuesday
    Dec, 20th
    07.01
    GB
    Nationwide Cons Confidence
    Nov
    Med
    40
    N/F
    Ind
    45.0
    14.00
    DE
    GfK Cons Sentiment Index
    Jan
    Med
    5.6
    5.5
    Ind
    5.6

    DE
    PPI m/m
    Nov
    Med
    0.1
    0.1
    %
    0.2

    DE
    PPI y/y
    Nov
    Low
    5.2
    5.2
    %
    5.3
    14.00
    CH
    Swiss Trade Balance
    Nov
    Med
    3001
    2470
    Mln
    2159
    15.30
    HK
    Hong Kong CPI
    Nov
    Low
    5.7
    N/F
    %
    5.8
    16.00
    DE
    Ifo Business Climate
    Dec
    High
    107.2
    106.1
    Ind
    106.6

    DE
    Ifo Current Condition
    Dec
    Med
    116.7
    116.0
    Ind
    116.7

    DE
    Ifo Expectation
    Dec
    Med
    98.4
    97.0
    Ind
    67.3
    18.00
    GB
    CBI Distributive Trade
    Dec
    Med
    +9
    -13
    Ind
    -19
    19.45
    US
    ICSC/GS Report
    w/e
    Low
    3.4
    N/F
    %
    -0.1
    20.30
    US
    Housing Starts
    Nov
    Med
    0.685
    0.635
    Mln
    0.627

    US
    Building Permits
    Nov
    High
    0.681
    0.635
    Mln
    0.644
    20.55
    US
    Redbook mm
    w/e
    Low
    -2.7
    N/F
    %
    -2.8
    Wednesday
    Dec, 21st
    06.50
    JP
    Trade Balance Total
    Nov
    Med

    -450
    Bln
    -273.8

    JP
    Exports y/y
    Nov
    Low

    -4.0
    %
    -3.7

    JP
    Imports Y/Y
    Nov
    Low

    8.7
    %
    17.9
    07.01
    GB
    GfK Consumer Confidence
    Dec
    Med

    -32
    Ind
    -31
    10.30
    JP
    BOJ Rate Decision
    Dec
    High

    0-0.10
    %
    0-0.10
    14.00
    DE
    Import Price m/m
    Nov
    Low

    N/F
    %
    -0.3

    DE
    Import Price y/y
    Nov
    Low

    N/F
    %
    6.8
    16.30
    GB
    BOE MPC Meeting Minutes (Vote)
    Dec
    High

    0-0-9
    Vot
    0-0-9
    16.30
    GB
    PSNCR
    Nov
    Low

    11.65
    Bln
    -0.64

    GB
    PS Net Borrowing
    Nov
    High

    17.00
    Bln
    3.40

    GB
    PSNB-Ex
    Nov
    Low

    19.600
    Bln
    6.498
    19.00
    US
    Mortgage Market Index
    w/e
    Low

    N/F
    Ind
    677

    US
    Refinancing Index
    w/e
    Low

    N/F
    Ind
    3573.7
    22.00
    EZ
    Consumer Confidence
    Dec
    Low

    N/F
    Ind
    -20.40
    22.00
    US
    Existing Home Sales
    Nov
    High

    5.05
    Mln
    4.97

    US
    Existing Home Sales, pct
    Nov
    Low

    1.9
    Mln
    1.4
    22.30
    US
    Crude Oil Inventories
    w/e
    Med

    N/F
    Mln
    -1.9
    Thursday
    Dec, 22nd
    16.30
    GB
    Current Account
    Q3
    High

    -5.2
    Bln
    -2.02

    GB
    GDP q/q
    Q3
    Med

    0.5
    %
    0.5

    GB
    GDP y/y
    Q3
    Med

    N/F
    %
    0.5
    20.30
    US
    Real GDP qq
    Q3
    Med

    2.0
    %
    2.0

    US
    Implicit Deflator
    Q3
    Low

    2.5
    %
    2.5

    US
    Final Sales
    Q3
    Low

    3.6
    %
    3.6

    US
    PCE Price Index
    Q3
    Low

    2.3
    %
    2.3

    US
    Core PCE Prices
    Q3
    Low

    2.0
    %
    2.0
    20.30
    US
    Corporate Profits
    Q3
    Med

    N/F
    %
    3.0
    20.30
    US
    Initial Claims
    w/e
    High

    376
    K
    366
    20.30
    US
    Chicago Fed Index
    Nov
    Low

    N/F
    Ind
    -0.13
    21.55
    US
    U-Mich. Sentiment
    Dec
    Med

    N/F
    Ind
    67.7

    US
    Current Conditions
    Dec
    Low

    N/F
    Ind
    77.9

    US
    Expectations
    Dec
    Low

    N/F
    Ind
    61.1
    22.00
    US
    Leading Indicators
    Nov
    Low

    0.3
    %
    0.9
    KEY INDICATORS
    DEFINITION
    Public Sector Net Borrowing (PSNB)
    *Tingkat pinjaman
    Selisih nilai antara pengeluaran dan pendapatan untuk perusahaan publik, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah selama bulan sebelumnya.(Aktual <Forecast = Baik untuk mata uang)Misal : bila tingkat pinjaman negara tertentu lebih rendah dari data perkiraan, berarti bagus untuk nilai mata uang  negara tersebut.
         Excisting Home Sales
    jumlah bangunan perumahan yang terjual selama bulan sebelumnya, termasuk konstruksi baru; Ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi karena penjualan rumah memicu efek  jangkauannya. (Actual> Forecast = Baik untuk mata uang)













    Research and Education

     
    Design by Askmisstrader